"KOMANDO DISTRIK MILITER 1626/BANGLI "

Rabu, 20 Januari 2021

SASAR PASAR TRADISIONAL OPERASI YUSTISI MASIH TEMUKAN PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN

Bangli - Salah satu upaya yang dilaksanakan Pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 yaitu mendisiplinkan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Meski sanksi disiplin terus di berlakukan, namun dilapangan masih saja ditemukan masyarakat yang melanggar disiplin protokol kesehatan saat operasi yustisi digelar. Seperti yang dilaksanakan Petugas gabungan Kodim Bangli bersama Polri, BPBD, Satpol PP, Diskes dan Pecalang di Pasar Tradisional Metra Desa Yangapi Tembuku. Rabu (20/1/2021)

Operasi yustisi digelar bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan prokes 3M guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 01 tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat dalam tatanan kehidupan era baru di Provinsi bali

Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S.I.P. disela-sela kegiatan mengatakan operasi yustisi seperti ini akan terus dilakukan di sejumlah lokasi dan sasaran utama adalah kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster Covid-19 seperti lokasi keramaian dan fasilitas umum. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19 seperti pada pemakaian masker yang menjadi upaya antisipasi mengingat setiap pengunjung maupun pedagang pasar tidak dapat terdeteksi apakah terpapar virus sehingga perlu ada kewaspadaan saat beraktivitas diluar rumah.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mentaati anjuran dari pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kepada masyarakat agar saat beraktivitas di luar rumah untuk selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan salah satunya dengan memakai masker, selain mereka harus menjaga jarak dan mencuci tangan. Dengan mengikuti anjuran pemerintah, maka kita turut andil dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini,” pesannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar